Ringkasan buku Odisi Anak Kampar
Ringkasan buku dalam satu ayat: "Odisi anak Kampar mengisahkan tentang seorang pemuda dari Kampar, Sumatera yang, di bawah tekanan kolonialisme Belanda, memutuskan untuk berhijrah ke Semenanjung Melayu untuk memulai kehidupan baru."
Petikan terpilih dari pengarang:
"Dengan tubuhnya yang tertutup darah, luka-luka yang diberikan oleh Belanda dan luka-luka kecil bayonet di lengannya, dia dengan berani membela diri dari serangan tanpa henti para penindas Belanda." Tobano
ODISI ANAK KAMPAR mengisahkan kisah dua pemuda dari Muara Wai di Bangkinang, LIMO KOTO, Kampar, Sumatera. Pemuda-pemuda ini termasuk di antara ribuan orang yang hidup di bawah kekuasaan kolonial Belanda pada akhir abad kesembilan belas. Salleh berjuang dalam gerakan gerilya melawan penjajahan Belanda, sementara Jamil mencari balas dendam atas penyitaan tanah keluarganya dan bertekad untuk memperdalam pengetahuannya untuk melawan Belanda.
Namun, ketika tekanan dari Belanda untuk menangkap Salleh semakin meningkat setelah pertempuran berdarah di desa Muara Wai, dia terpaksa berhijrah ke Semenanjung Melayu. Jamil, yang bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan agamanya di Semenanjung, membantu Salleh dan istrinya melarikan diri dari Limo Koto, di mana Belanda sedang mencari dengan intensitas para pejuang anti-Belanda. Mereka berpisah setelah mencapai Semenanjung.
Mereka bertemu kembali di Selangor dan sepakat pergi ke Kedah untuk memulai kehidupan baru. Belanda bukan lagi ancaman, tetapi sekarang Inggris dan kemudian Jepang hadir.
Buku ini adalah narasi tentang perjalanan, rintangan, dan tantangan yang dihadapi saat memulai kehidupan baru di Semenanjung Melayu.
Affifudin memiliki akar leluhur di Kampar dari kedua pihak ayah dan ibunya. Dia mulai menjelajahi dunia menulis pada tahun 2009 setelah merasa kecewa dengan dunia politik. Dia memiliki pengalaman luas di pemerintahan sebagai pejabat senior dan akhirnya sebagai wakil menteri, serta di beberapa badan korporat, termasuk bank. Dia memiliki latar belakang akademik dalam ilmu pertanian dan ilmu sosial.

Ulasan
Catat Ulasan